8 Jenis Konsultan dan Tugasnya

person Admin
calendar_today 08 February 2026
schedule 3 min read
visibility 282 views
8 Jenis Konsultan dan Tugasnya
Awal tahun 2018 lalu, profesi konsultan berhasil dilirik oleh banyak sarjana. Dan tidak sedikit pula yang berhasil menggagasnya menjadi sebuah perusahaan konsultan te ama di tanah air. Nah, apabila Anda termasuk salah satu orang yang ingin membuka sebuah perusahaan dengan jasa konsultan, maka Anda harus turut memahami 4 prinsip dasar konsultan yang sukses untuk melancarkan jalan Anda menggapai cita-cita tersebut.   Meski demikian, tak menutup kemungkinan jika Anda hanya seorang pegawai biasa di salah satu perusahaan konsultan sebab Anda akan mendapatkan 3 keuntungan bekerja di perusahaan konsultan yang membuat Anda ingin pula menjadi bagian di dalamnya.   Lalu, apakah semua perusahaan kontraktor bergerak di bidang yang sama? Tentu saja tidak. Ada banyak bidang yang bisa dimasuki oleh seorang konsultan. Kali ini akan dibahas mengenai macam-macam jenis konsultan dan tugasnya. Dari artikel ini diharapkan Anda sebagai pembaca bisa terbantu untuk mulai memposisikan diri Anda di bidang yang mana yang akan Anda geluti dan menciptakan peluang bisnis baru untuk dikembangkan.   Macam-Macam Jenis Konsultan dan Tugasnya   1, Bidang Akunting 
  • Membantu perusahaan untuk menyusun buku neraca, mengerjakan pembuatan ju al transaksi keuangan harian, dan menyusun rekonsiliasi bank tiap akhir bulan
  • Melakukan uji fisik kas operasional/ kas kecil/ cash opname tiap bulan secara acak
  • Melakukan analisa kinerja dan kondisi keuangan perusahaan untuk periode triwulanan, semesteran, dan tahunan dan membantu pihak manejemen untuk mengidentifikasi, menganalisa, dan mencari solusi yang tepat ketika permasalahan muncul
  2. Bidang Tax (Perpajakan)
  • Membuat perencanaan pajak (tax planning)
  • Membuat perencanaan manejemen (management planning)
  • Membuat beban pajak yang sesuai dengan Reconcile Bookkeeping Service yang masih berlaku
  3. Bidang Marketing
  • Membantu esksekutif senior dalam menggali pemahaman dan pengertian terhadap sebuah masalah dan menghadapi tantangan strategis dalam bidang marketing perusahaan
  • Merumuskan suatu strategi pemasaran yang cocok untuk permasalahan perusahaan
  • Mendampingi perusahaan pada masa implementasi.
  4.  Bidang Bisnis
  • Mendeteksi masalah
  • Membantu perencanaan bisnis
  • Mempercepat pencapaian gol yang dituju dengan mengandalkan network yang besar
  5. Bidang SDM (Human Resources/HR)
  • Memaksimumkan nilai sumber daya manusia di suatu  perusahaan dengan menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat dan bidang pekerjaan yang tepat
  • Memberikan jasa konseling, menyusun paket gaji, renumerasi, tunjangan, fasilitas dan struktur kompensasi karyawan
  • Membangun kultur dan komunikasi dalam perusahaan
  6. Bidang Strategi dan Perencanaan
  • Mendampingi eksekutif papan atas seperti direktur, komisaris dan CEO dari suatu perusahaan dalam menggali masalah, memahaminya dan menghadapi tantangan strategis menyeluruh dari suatu perusahaan
  • Membantu para eksekutif senior maupun pemilik perusahaan dalam merumuskan strategi jangka panjang dari perusaaan
  • Memberikan rekomendasi dan melakukan presentasi strategi dan perencanaan menyeluruh dari suatu perusahaan
  • Terlibat dan mengawasi selama proses implementasi strategi dan perencanaan menyeluruh dari suatu perusahaan
  7. Bidang Teknologi Informasi
  • Menangani permasalahan bisnis yang kental dengan isu-isu teknis dari sistem dan teknologi informasi
  • Bertanggung jawab mulai dari proses analisis, desain, hingga impelementasi sistem
  • Memastikan solusi tersebut mendukung  proses bisnis 
  8. Bidang Inte et dan Programming
  • Menangani masalah-masalah yang menyangkut e-business yakni kegiatan bisnis yang dijalankan secara online
  • Menangani masalah-masalah yang menyangkut e-commerce yakni kegiatan yang melibatkan transfer unit keuangan melalui media elektronik/inte et

Share this article:

A
Written by

Admin

email admin@example.com

Related Articles

Peran Analisis Sensitivitas dalam Menentukan Kelayakan Sebuah Investasi

Setiap investasi dibuat berdasarkan berbagai asumsi mengenai kondisi yang akan terjadi di masa depan. Mulai dari proyeksi penjualan, harga produk, biaya operasional, tingkat okupansi, hingga pertumbuhan pasar. Namun dalam praktiknya, kondisi bisnis tidak selalu berjalan sesuai rencana. Perubahan harga bahan baku, penurunan permintaan, atau peningkatan biaya operasional dapat memengaruhi kinerja sebuah proyek secara signifikan

calendar_today June 17, 2026
schedule 4 min

Mengapa Hasil Studi Kelayakan Bisa Berbeda untuk Proyek yang Terlihat Serupa

Dalam dunia investasi dan pengembangan usaha, tidak jarang ditemukan dua proyek yang sekilas tampak memiliki karakteristik yang hampir sama, namun menghasilkan kesimpulan studi kelayakan yang berbeda. Misalnya, dua proyek hotel dengan jumlah kamar yang setara, dua kawasan komersial di lokasi yang sama-sama strategis, atau dua bisnis makanan dan minuman yang menyasar segmen pasar serupa. Meskipun terlihat mirip, hasil analisis kelayakan dapat menunjukkan bahwa satu proyek layak dijalankan sementa

calendar_today June 17, 2026
schedule 5 min

Subscribe to Our Newsletter

Dapatkan insights dan research terbaru langsung ke inbox Anda.